|
||||
KETELADANAN, PENTINGKAH ? Keteladanan berasal dari kata teladan yang berarti contoh, panutan. Keteladanan dapat diartikan wujud dari usaha yang dilakukan seseorang dengan sadar tercermin pada sikap perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Keberhasilannya dapat diukur dengan indikator perubahan perilaku orang yang menjadikannya figur panutan menjadi selaras seimbang sesuai dengan tujuan tertentu yang dikehendaki. Usaha mempengaruhi sikap perilaku disini mencerminkan bahwa target betul - betul mengakui kebenaran dan keselarasan serta keseimbangan antara pemikiran, ucapan dan tindakan dari subjek teladan. Sebagai contoh : Seorang kepala keluarga menjadi figur teladan bagi anak dan isterinya. Semua pemikiran, ucapan dan tindakan yang dilakukan akan menjadi fokus perhatian anggota keluarganya. Keselarasan dan keseimbangan ketiga hal tersebut mampu berdampak positif bagi pencapaian tujuan dalam kepemimpinan sebuah rumah tangga. Bisa dibayangkan betapa hebatnya akibat yang ditimbulkan bila hal tersebut diterapkan pada lingkungan yang lebih luas, mungkin sebuah perusahaan atau sebuah negara. Keteladanan mampu mempengaruhi orang lain yang berbeda latar belakang, budaya, karakter, watak, lingkungan, pengetahuan.
Keteladanan bukan usaha untuk mematikan kreatifitas dengan memaksakan penyeragaman suatu doktrin, namum lebih pada standarisasi nilai yang diterima secara universal tanpa mengabaikan norma-norma yang berlaku. Bayangkan sebuah bingkai besar yang didalamnya terdapat berbagai bentuk kreatifitas namun tidak melanggar batas bingkai. Dengan batas bingkai yang ada sebagai rambu-rambu yang mampu mengajak fokus pada tujuan mengisi bingkai. |
|
|||