http://teladan.co.nr from sari utami production

home
next-article
guest-book
sitemap

keep walking...

Tak pernah kusadari kalau aku mencintainya, menginginkannya saat kubutuh seseorang untuk menemaniku. Perasaan itu muncul tiba-tiba saat temannya menanyakan mengapa aku selalu mencarinya saat ada masalah, mengapa setiap katanya begitu berarti bagiku. Benarkah ini cinta bukankah tak ada perasaan itu saat pertama kali aku bertemu dengannya, saat belajar bersamanya, saat bergurau dengannya. Mengapa sekarang aku ingin selalu tahu kegiatannya, ingin tahu semua masalahnya dan ingin berjumpa dengannya.

Dalam tertegun aku gambarkan kembali wajahnya dibenakku...ehm tidak ada yang istimewa. Wajah biasa saja, postur tubuh normal seperti laki-laki biasa, bersih dan rapi oh.. ya satu keistimewaannya dia pandai. Kemampuan otaknya memang tak diragukan lagi, langganan juara sekolah, juara lomba, juara berbagai olimpiade. Mungkin itulah yang membuat aku merasa ehm...perasaan aneh ini.

Satu persatu ingatanku kembali, Aku adalah perempuan yang acuh terhadap anak laki-laki bagiku masuk sebuah SMA favorit adalah kesempatan yang tak mungkin ku sia-siakan. Saat aku kelas satu aku sekelas dengannya. Tak ada hal-hal aneh yang kurasakan aku focus pada semua pelajaran dan bersaing menjadi yang terbaik, dia kuanggap sama seperti teman-teman lainnya. Pernah dia sebangku denganku karena dia sengaja dipindah guru agar teman-teman tidak mencontek padanya saat ulangan. Dan aneh saat selesai ulangan kutanya apakah dia bisa mengerjakan semua, dengan tenang dia bilang bahwa

back next

Google